Imbang 1-1, Tanjungbalai United Berpeluang Lolos Babak 12 Besar


KBRN, Tanjungbalai : Hujan kartu mewarnai pertandingan dua tim yang tergabung di Grup ‘E’, pada lanjutan penyisihan Piala Suratin Zona Sumut 2017, antara Tanjungbalai United U-kontra PSSA Asahan, di Stadion Binaraga Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu, Senin (10/7) kemarin. Pertandingan yang berjalan dengan tensi keras dan diwarnai protes kedua kubu itu berkesudahan dengan imbang 1-1.

Dalam laga bertajuk “Derby Asahan” tersebut, setidaknya wasit yang memimpin pertandingan Zainul Jefri mengeluarkan 2  kartu merah dan 12 kartu kuning. Masing – masing 7 kartu kuning dan 1 kartu merah untuk Tanjungbalai United,  sedangkan 5 kartu kuning dan 1 kartu merah bagi tim PSSA Asahan. Fakta tersebut membuktikan bahwa laga keduanya berjalan alot dan sangat menarik. Duel-duel keras antar pemain pun tidak terhindarkan hingga ujung pertandingan.

Menanggapi hasil itu, Arsitek Tanjungbalai United Taufik Ariyadi Silaen kontan dipusingkan dengan keputusan wasit mengeluarkan kartu bagi pemain Tanjungbalai, yang berakibat sejumlah pemain tidak bisa diturunkan pada laga penentu saat bersua dengan Bintang Utara Rantau Prapat. Akibat keputusan wasit tersebut, tim Tanjungbalai diungkapkannya akan mengajukan protes dan banding ke pihak Asprov selaku pihak penyelenggara.

“ Ini sangat berat bagi kami, pemain belakang kami yang selalu kami andalkan, tidak akan bermain di partai hidup mati melawan tim tuan rumah Rantau Prapat. Kami pihak managemen Tanjungbalai tidak puas dengan komisi wasit khususnya kepemimpinan wasit. Tim manajemen akan ambil langkah secepatnya, karena ini menjadi kerugian bagi kami,” ujar Taufik.

Tambahan satu poin tetap tidak mengubah posisi Tanjungbalai United sebagai pemuncak klasemen Grup ‘E’. Sedangkan posisi kedua adalah Asahan dan tuan rumah Bintang Utara Rantau Prapat, yang pada pertandingan kemarin juga menang atas PS Aldas Prima Inalum Batu Bara, dengan skor telak 6-1 berada di posisi ketiga.

Sementara laga penentuan lolos tidaknya Tanjungbalai United dari grup akan tersaji, Kamis (13/7) sore,
saat bersua Bintang Utara Rantau Prapat. Namun, Tanjungbalai hanya butuh hasil seri untuk lolos ke babak 12 besar.

Pada laga tersebut, Tanjungbalai United masih mengandalkan striker Hernanto dan Rinaldi Prayogi untuk menggempur pertahanan Asahan. Sedangkan PSSA mengandalkan Rianju Guntyo dan Faisal untuk membongkar pertahanan Tanjungbalai. Kendati dari awal laga terus terlibat saling serang, babak pertama tidak ada gol yang tercipta.

Dibabak kedua, Sebenarnya Tanjungbalai United unggul lebih dulu di menit 35, Hernanto berhasil menceploskan bola kegawang PSSA lewat umpan terukur yang di berikan Rifki Hawali Akbar, pemain yang baru di masukkan di babak kedua. Rotasi pemain yang diterapkan coach Taufik Ariyadi dengan mengeksplor lapangan tengah, sebenarnya membuat Tanjungbalai memegang kendali permainan. Hanya saja petaka terjadi diselang 2 menit waktu bubaran. Wasit Zainul Zefry memberikan hadiah penalti untuk Asahan. Hadiah tersebut dimanfaatkan dengan sempurna penyerang Asahan Andriansyah, pemain yang juga baru dimasukkan di babak kedua. Gol di injury time ini akhirnya membuyarkan kemenangan Tanjungbalai yang sudah di depan mata. (Nisfu Fitri Sirait).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *